Aku
Pergi Untukmu
Gaun pengantin, buket bunga ,tuxedo ,tepuk
tangan , wali nikah, gedung. Ya apalagi kalau bukan pernikahan.Siapa lagi kalau
bukan Auryn dan Arkan. Auryn dengan wajah cerianya dan Arkan dengan wajah
datarnya.Selesai sudah pengikatan janji cinta setia sampai kematian menjemput
mereka , kini mereka dihadiri 1000 tamu undungan , ya karna pesta ini sangat
megah tentunya
Seorang
gadis dengan rambut coklatnya yang kini bergoyang diterpa angin sedang duduk
menikmati angin yang silih berganti di temani pemuda tampan yang merupakan
tunangannya
"Arkan?"
Panggil gadis itu pada pemuda yang ia yakini tunangannya
"Hn?"
Jawabnya
"Apa
yang sedang kau lakukan?" Tanya gadis itu pada Arkan yang sedang berkutat
dengan handphonenya
"Bukan
urusanmu" Jawabnya dengan nada dingin yang amat menusuk
Auryn menundukkan wajahnya , kini
liquid bening menetes di sertai isakan isakan kecil dari sang gadis.Arkan
mendengar isakan Auryn , jujur ia tidak peduli dan pura pura tidak mendengar. Arkan
memang menyukai Auryn, namun Arkan tidak ah bahkan tidak akan pernah mencintai
gadis itu, mereka bertunangan karna hanya perjodohan dan minggu depan adalah
penikahan mereka.Auryn menghapus jejak air matanya dengan kasar lalu ia
mendongakkan kepalanya ke samping lalu tersenyum pahit.
1 minggu kemudian. Pernikahan mereka
sedang berjalan. Auryn memakai gaun putih yang sangat indah dengan corak
sedikit pink , ia tersenyum melihat dirinya di kaca besar itu.Ia memegang
bucket bunga di tangan kanannya.High heels nya menyetuk nyetuk lantai , ia
berjalan menghampiri Arkan yang sedang merapihkan tuxedo hitamnya. Auryn
memegang tangan Arkan ia tersenyum. Alunan music pernikahan pun terdengar, Auryn
berjalan ke arah pelataran tempat mereka mengucapkan janji itu , disebelahnya
ada Ayahnya yang mendampinginya sampai depan
"Aku bangga padamu Auryn "
ucap ayahnya
"Terimakasih
Ayah" ucap Auryn
Sampai di depan Ayahnya mundur
kebelakang , Arkan sudah berdiri tepat didepan sang wali nikah.
Kini Auryn sedang menerima semua tamu
dengan pelukan atau jabatan tangan begitu pula Arkan, namun Arkan tidak merasa
senang , ia benci di jodohkan.
"Auryyyyyyyn!
Selamat yaaaa" teriak Kila yang langsung memeluk Auryn
"Iya,
terimakasih Kila ,Ran kalian sudah mau
datang" ucap Auryn melepas pelukannya pada Kila ,Ran tersenyum
"Semoga Bahagia ya" ucap Ran dan Auryn tersenyum. Ran menjabat tangan
Arkan,Ran dapat merasakan bahwa Arkan tidak senang sekarang
"Jaga
dia Arkan, jangan sakiti hatinya atau kau akan menyesal setelahnya" ucap Ran
pelan namun dapat di dengar oleh Arkan. Arkan diam ia tidak peduli
"Aku
harap, aku dapat sebahagia kalan berdua" ucap Auryn pelan dan sedih
Acarapun selesai Auryn mengganti
bajunya dan pergi ke kamarnya bersama Arkan. Ia tersenyum
"
Arkan?" Panggilnya
"Hn"
jawab Arkan
"Kalau
malam ini kita makan apa ya, inikan malam pertama kita" ucap Auryn dengan
senyuman terlembutnya
"Aku buatkan ya"
ucap Auryn memegang tangan Arkan
Arkan menghentakkan dengan kuat
tangannya lalu ia berdiri, Auryn kaget , rasa sakit ini kembali menerpa
kehidupan Auryn.
"Tidak!
Aku makan diluar" ucap Arkan setengah membentak, Auryn menunduk
menyembunyikan wajahnya dan menutupi semua air mata nya, ia mendongakkan
wajahnya.Auryn menatap Arkan. Arkan dapat merasakan luka dan kesakitan gadis
didepannya ini namun ia tidak mempedulikannya
"Baiklah,
jangan pulang malam malam ya" ucap Auryn menatap Arkan rapuh
"Bukan
urusanmu" ucap Arkan lalu berjalan ke arah pintu
Krieeettt
Pintu
terbuka , Arkan melangkahkan kakinya keluar rumah dan menutup pintunya
Brakk!
Auryn berjalan ke arah kamar mereka .Auryn
hanya bisa duduk terpaku di sudut kamar.Ia memeluk lututnya dan menyembunyi kan
wajahnya di balik ke dua lututnya.Isakan demi isakan tersengar dari bibir
mungil Auryn , kini ia mulai kehabisan oksigen karena terus menerus menangis.
Auryn berdiri dari duduknya lalu
berjalan ke arah pintu kamar nya. Auryn menuju ke dapur berniat memasak karena
ia lapar sehabis menangis tadi, ia menguras semua tenaganya, Auryn sudah
terbiasa memasak dan dijamin masakannya sangatlah lezat. Auryn mengeluarkan
beberapa tomat , daging sapi , spaggethi , dan saus spaghetti bolognise yang
sama sekali belum tersentuh.
Ia menaruh bahan2nya itu di samping
kompornya, ia berjalan mengambil beberapa alat masak yaitu pisau,panci,piring
dan sendok masaknya.Ia memulai acara memasaknya dengan sedikit bersenandung.Lagu
yang ia nyanyikan sesuai dengan perasaannya. Ia sedih.Sangat sedih.Mampukah Ia
menjalani hidupnya yang suram ini , itu yang selalu terlintas di kepala Auryn
"Yeayyy!
Jadi, 2 piring spaghetti,2 gelas jus tomat, tomat sebagai dessert" Auryn sedang
menghitung makanan dan minuman yang ia buat tadi, ia berharap Arkan mau
memakannya setelah pulang.
Auryn menaruh makanannya di meja.Ia
menggeser kursinya lalu duduk di bangku dan mulai menyantap spaghetti tersebut
dengan lahap."Enak sekali rasanya" ucap Auryn , tak terasa
spaghettinya sudah habis dan dia mengambil tissue dan mengelap mulutnya.Ia beranjak
dari duduknya dan melihat ke arah jam dindingnya menunjukkan pukul 5 sore.
"Ah
kurasa aku harus berjalan jalan sebentar " ucap Auryn tersenyum dan masuk
ke kamar mandi untuk mandi.
Sekitar 10 menit ia berlama lama di
kamar mandi dan keluar dengan berbalut handuk dan berjalan ke kamar, dengan
cepat ia memakai pakaiannya dan menyisir rambut panjangnya membereskan poni
lurus yang panjang membingkai wajahnya, ia terlihat sangat sangat cantik. Kedua
mata coklatnya yang selalu memancarkan cahaya indahnya, tubuh rampingnya yang
tidak terlalu tinggi namun sintal.
"Kurasa
aku sudah siap" ucap Auryn lalu keluar dari rumah nya
Ia berniat berjalan jalan sembari
mencari Arkan.Ia berjalan di depan depan toko yang kelihatan cukup ramai , ia
berjalan hingga menemukan sebuah toko khusus hari valentine , coklat , bunga ,
Boneka ,surat untuk orang tercinta. Auryn masuk ke dalam toko itu, ia berfikir
membelikan Arkan coklat mengingat Arkan sangat menyukai manis.
Ia tersenyum saat melihat coklat
berbentuk Love ia mengambil coklat tersebut dan segera membayarnya. Saat ia
berjalan menuju arah rumah , ia melewati taman kota , ia melihat seseorang yang
sangat lah mesra duduk di bangku taman, Auryn melihat dua sosok yang berbeda
jenis kelamin itu sedang duduk dan bermesraan , Mata nya membulat tat kala
salah satu dari orang tersebut itu suaminya, SUAMINYA! Itu adalah pria yang
sudah mengikat janji hidup mati dengan nya! Pria yang dinotabene sebagai
suaminya, sedang bermesraan dengan wanita yang memakai kacamata .Mata Auryn memanas,
ia menahan air matanya , ia mengepal tangannya hingga memutih.
"
Arkan " gumam Auryn pelan
Ia berlari , ia tidak peduli berapa
orang yang telah ia tabrak, ia tidak peduli orang melihatnya dengan tatapan
'Dasar Aneh'.Liquid bening itu telah merembes keluar dari matanya.
"Hiks
hiks" Isak Auryn
Ia terus belari hingga lupa telah
sampai didepan rumahnya.Ia menangis terus menangis.Ia duduk didepan pintu
rumahnya dan menghadap kearah gerbang rumahnya yang terbuka.Ia menangis terus
menangis , ia tidak peduli orang yang berlalu lalang melihatnya. Ia memeluk
lututnya dan menangis
"Hiks
hiks kenapa hiks" gumam Auryn , matanya telah sembab karena terus menangis.
Tak berapa lama kemudia Arkan pulang, Arkan
melihat Auryn duduk didepan pintu rumah mereka sambil menangis, Arkan tidak
peduli ia hendak masuk namun dihalang tubuh Auryn yang sedang duduk di situ.
"Minggir!"
Ucap Arkan tajam
Auryn tetap tidak mau menyingkir dari
situ. Ia diam tidak melakukan apa apa. Arkan geram melihat hal itu
"MENYINGKIR DARI JALANKU!" teriak Arkan namun tidak diindahkan oleh Auryn
, ia tetap diam dengan terus terisak isak.Arkan marah karena Auryn tidak menyingkir
dengan kencang ia menendang kaki Auryn dua kali. Auryn terhuyung jatuh dari
meringkuk di atas tanah , darah keluar dari kaki mulus yang kini sudah terdapat
luka lebar akibat tendangan keras Arkan.
"Ku
bilang menyingkir ya menyingkir! Aku tak segan segan membunuhmu" Teriak Arkan
Auryn ingin berdiri namun kakinya
tidak kuat berdiri, Arkan terlalu keras menendang kaki Auryn, lagi lagi air mata Auryn
keluar, dengan kasar ia menghapus air matanya dengan punggung tangannya lalu
mendongakkan kearah Arkan yang berdiri dihadapannya , ia tersenyum.
"Maaf
Arkan ,aku tidak mendengar , silakan masuk " ucap Auryn dan mencoba
berdiri dengan berpegangan tembok, namun kakinya perih.
"Uhhh
sa-kit" Auryn kesakitan namun ia tidak menyerah untuk berjalan.
Ia berjalan dengan berpegangan benda
yang ada di sekitarnya dan berharap meraih gagang pintu kamarnya sebelum Arkan
membuka pintu kamarnya, Auryn tersenyum namun tidak menoleh kearah Arkan.
"Aku
tau kau lapar , aku sudah membuatkan mu spaghetti dan jus tomat
kesukaanmu" ucap Auryn tanpa menoleh ke Arkan
"Hn"
balas Arkan
Auryn dengan tertatih ia masuk ke
dalam kamar , ia mengambil peralatan obat2nyaIa menemukan obatnya, ia mengambil
alcohol dan kapas, ia meneteskan alcohol itu pada kapas sampai kapasnya lumayan
basah.Ia menempelkan kapas yang sudah diberikan alcohol ke lukanya. Perih, sangat
perih, namun itu tak seperih dan sehancur hatinya sekarang .Auryn melepas
kapasnya dan mengambil betadine nya, ia meneteskan betadine itu pada luka nya
"Aww" ucapnya perih seraya meniup niup lukanya itu.
Merasa sudah baikkan Auryn berjalan kea rah
tempat tidur lalu menggeletakkan tubuhnya di kasur. Ia memejamkan matanya dan
memeluk erat guling disampingnya.Tak terasa ia tertidur.
Arkan
merasa dirinya lelah sehabis kencannya dengan Karina
Drrtt
Drrtt
Handphone
keluaran terbaru Arkan bergetar menandakan pesan masuk
From
: Karina
Hai..
Arkan! Ada yang ingin ku bicarakan padamu , Penting!
Arkan
berfikir sejenak sebelum membalas pesannya, 'apa yang ingin ia bicarakan?'
batin Arkan
Me
:
Hn,
hai juga Karina, apa yang ingin kau bicarakan, bicaralah.
Tak lama setelah ia mengirim pesan
tersebut, handphone nya bergetar kembali, Arkan membuka pesan tersebut dan membacanya.
From
: Karina
Ceraikan
Auryn, dan menikahlah denganku.
Arkan terbelalak membaca pesan
tersebut, sumpah demi apapun ia tidak ingin berpisah dengan Auryn karena akan
mengecewakan kedua orang tuanya dan nenek nya. Arkan tidak membalas pesan
tersebut dan menaruh handphonenya di kantung celananya. Arkan berjalan ke
kamarnya , ia melihat Auryn sedang terbaring , Auryn tertidur dengan damai
sekali.Namun Arkan tidak peduli, Arkan mengambil bantal dan memukul Auryn yang
sedang terlelap.
"AURYN!
BANGUN!" teriak Arkan, Auryn bangun dengan kaget
"a-ada
apa Arkan " ucap Auryn sedikit serak
"Minggir!
Aku ingin tidur! Kau tidur di sofa malam ini!" bentak Arkan
Auryn terkejut dan menutup mulutnya
dengan tangannya menahan isakan dari bibirnya itu. Air matanya kembali
mengalir, ia berjalan melewati Arkan, Arkan tau betul Auryn menangis, namun ia
tidak peduli. Perasaan tidak tega bermunculan di benak Arkan, namun ia segera
buang jauh jauh.
'aku
tidak akan peduli' ucapnya berkali kali dalam hati
Auryn berjalan kearah sofa 'Aku
mencintaimu Arkan, tapi mengapa kau tidak?' itulah yang terus meraung raung
dalan hati Auryn . Auryn tidak bisa tidur, seluruh badannya sakit , ia merasa
sangat pusing sekali di kepalanya. Auryn berjalan kearah kamar Arkan , ia
mengetuk pintu tersebut.
Tok
Tok Tok
"
Arkan " panggil Auryn
Tidak
ada jawaban, 'Mungkin Arkan sudah tidur' pikir Auryn
"Ar-"
belum Auryn selesai berkata kata, pintu dibuka oleh Arkan.
"Hn?"
jawab Arkan menatap datar Auryn
"Di-diluar
dingin, bolehkah aku tidur bersama mu" ucap Auryn sedikit sedih
"Tidak!"
Bentak Arkan
Hati
Auryn mencelos mendengar kata-kata Arkan
Arkan masuk kamar , dan keluar membawa
guling .Arkan melempar guling dan tepat mengenai kepala Auryn yang sedang pusing .Auryn terhuyung , ia
terjatuh dan kepalanya membentur meja, darah mengalir dari sudut kepalanya .Ia
sangat pusing , tapi ia tetap mencoba tersenyum.Arkan kaget , ia tidak ingin
melukai Auryn, tapi segera ia tutupi dengan wajah datarnya.
"Terimakasih
" ucap Auryn tulus
Arkan bingung , mengapa Auryn berterimakasih?Arkan
menaikkan alisnya, Arkan dapat melihat jelas darah yang mengalir di wajah Auryn
, namun gengsinya mengalahkan rasa kuatirnya untuk menolong gadisnya itu. Arkan
masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.
"Hiks
hiks hiks " isak tangis Auryn, Arkan dapat mendengar jelas isakan Auryn dari
dalam kamar. Auryn memegang kepalanya yang berdarah, ia mengambil tissue untuk
mengelap. Auryn meletakkan tissue penuh darah itu di meja, ia memilih untuk
tidur sekarang. Ia memeluk erat erat gulingnya untuk meredam suara isakannya.
3 bulan berlalu.Hidup Auryn masih
sama, masih hancur seperti dulu, namun ia terus memasang senyuman tulusnya pada
Arkan , Arkan sudah bekerja di perushaan mlik ayahnya dan meneruskan kerja ayahnya
sebagai direktur.Selama 3 bulan itu Auryn terus tidur di sofa atau lantai tanpa
di beri selimut.
Sekarang Auryn sedang menyiapkan
sarapan untuk Arkan. Roti panggang selai , jus tomat dan buah-buahan. Ia berharap Arkan
suka buatannya. Arkan keluar dari kamarnya , ia sudah siap dengan kemejanya dan
tas direkturnya , sungguh tampannya Arkan sekarang, pikir Auryn .Arkan duduk di
meja makan, ia mengambil roti panggang yang di potong2 menjadi sebagian kecil
dan memasukkan kedalam mulutnya dengan garpu.
"
Arkan " panggil Auryn
"Hn"
jawab Arkan
"Semoga
harimu menyenangkan ya" ucap Aurym
"Hn"
ucap Arkan lalu ia berdiri karena sarapannya udah habis
Arkan memakai sepatunya lalu
membereskan jas dan kemejanya. Arkan membuka pintu dan keluar dari rumah
"Hati
hati Arkan " ucap Auryn
"Hn"
balas Arkan dingin
Auryn menatap punggung Arkan yang
memasuki mobil Ferrari merahnya yang indah itu membuat orang yang melihatnya
berdecak kagum.Setelah 6 jam pergi , kini Arkan pulang dengan merangkul seorang
gadis berkacamata. Auryn terbelalak melihatnya
"Siapa
dia Arkan?" Tanya Auryn
"Dia?
Calon istriku" ucap Arkan sambil menyeringai
Auryn tersenyum getir, ia melihat
Karina yang terus bergelayut manja di lengan Arkan
"Baiklah
Arkan " ucap Auryn
"Aku
akan pergi untukmu" Ucap Auryn
Arkan tertegun mendengar ucapan Auryn,
ia melihat sorot mata Auryn meredup , dan memancarkan kesakitan yang luar biasa.
Auryn menundukkan wajahnya , menahan liquid bening itu untuk tidak mengalir dan
terisak. Auryn mendongakkan wajahnya dan tersenyum pada Arkan . Auryn berjalan
kearah kamar Arkan dan menyusun semua pakaiannya ke dalam tas yang menurutnya
besar itu.Setelah rapih semua Auryn tersenyum dan mengamati kamar Arkan.
'aku
akan pergi untukmu Arkan ' batin Auryn
Liquid
bening itu kembali menetes, dengan cepat ia langsung menghapusnya dengan kasar
.Sebelum ia menyusun baju, menaruh diary nya di dalam saku celananya lalu.Ia
keluar dari kamar Arkan dengan menggendong tas besarnya itu.Auryn melihat Arkan sedang
duduk samping sampingan dengan Karina, hati Auryn
kembali teroyak oyak dan ia pastikan sekarang sudah menjadi butiran debu.Ia
melangkahkan kedua kakinya melewati pasangan tersebut. Ia tersenyum lalu
menghadap Karina , ia menatap Karina lembut dan tersenyum
"Karina
jaga Arkan ya, semoga kalian bahagia" ucap Auryn menahan air mata itu
kembali mengalir dan Karina tersenyum licik
Arkan tersentak, ia sama sekali tidak
ingin kehilangan Auryn, Kenapa Arkan? Kau menyesal? Sudah terlambat. Kini Auryn menatap Arkan lembut, Arkan dapat merasakan kekecewaan dari Auryn.
"Dan
kau Arkan, jaga Karina baik baik, jangan
kau sakiti dia sama seperti kau menyakitiku" ucap Auryn lembut
Auryn
berjalan menuju ke pintu , tiba tiba Arkan bicara
"Kau
mau kemana Auryn?" Tanya Arkan, Auryn tidak menoleh ia hanya tersenyum
"Aku akan pergi , sesuai dengan janjiku tadi, Bukankah kau sudah bahagia? Baiklah Arkan,
Karinan , aku pergi dulu" ucap Auryn sembari memegang knop pintu dan membuka
pintu dan berjalan ke luar.Arkan menatap punggung Auryn yang semakin lama
semakin menjauh.
Kini Auryn berjalan ia hendak kerumah Kila
dan Ran, untuk melimpahkan segala kesedihannya. Auryn sedang di tepi jalan
raya, ia melihat Kila dan Ran sedang berjala berdua 'kebetulan sekali' batin Auryn.
Dengan semangat Auryn memanggil nama mereka
"KILA!RAN!"
panggil Auryn ,Kila dan Ran pun menoleh mereka melihat Auryn di sebrang jalan ,
mereka tersenyum.
Auryn segera berlari menuju tempat
mereka, namun sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju kearah Auryn tanpa Auryn sadari, karena ia terlalu bersemangat menghampiri Kila dan Ran. Mereka kaget
melihat mobil berkecepatan tinggi yang ingin menabrak Auryn
"AURYYYYN!
AWASSSSS" teriak Kila dan Ran
Auryn menoleh ke samping kirinya , ia melihat mobil
itu tinggal beberapa meter lagi menabraknya, terukir senyumnya dengan tulus
kepada Kila dan Ran "Selamat Tinggal" ucap Auryn namun didengar oleh Kila dan Ran BRAKKKKKKK!
CKITTTTT!
BRUKKK!
Auryn tertabrak dan terpental 5 meter
dari tempat kejadian itu.Sontak Kila dan Ran terbelalak "AURYYYN~!"
teriak Kila histeris langsung menghampiri Auryn yang sudah tergeletak dengan
penuh darah di sekujur tubuhnya.
"Ryn,
hiks hiks hiks bangun bangun Ryn!" teriak Kila menggucang guncangkan tubuh
Auryn
Tiba
tiba ambulance datang dan membawa Kila ,Ran dan Auryn. Kila terus terisak, ia
menemukan buku di kantung celana Auryn , buku kecil. Kila mulai membacanya, itu
bertuliskan
MY
DIARY
NAMA
: AURYN DIRGANTARA
UMUR
: 21 TAHUN
HOBI
: MEMBACA DAN MENULIS
STATUS
: MENIKAH NAMUN TIDAK BAHAGIA
Kila mengeryitkan dahinya dengan
tulisan terakhir itu, dia tidak ambil pusing langsung membaca semua diary Auryn,
perlahan lahan Kila meneteskan air mata dari matanya , ia tidak menyangka bahwa
selama menikah itu Auryn tersiksa .Ia menangis , semua nya telah ia baca, ia
kasihan pada Auryn, ternyata pernikahan itu hanya perjodohan, namun Auryn mencintai
Arkan.Kila terus menangis, dan Ran menenangkannya. Auryn sudah 2 hari dirawat
dirumah sakit, namun Arkan tidak kunjung datang. Akhirnya Ran geram dan
menelepon Arkan
Tuttt,,,
tuttt,,,
Nada
panggilan terus berkumandang dan Arkan mengangkatnya
"Halo,
hn ada apa?" Tanya Arkan
"Ada
apa kau bilang!" bentak Ran
"Apa
maksudmu membentakku!" balas Arkan
"Kau
tau apa yang terjadi? Hm?" Tanya Ran dengan sedikit membentak
"Memangnya
apa?" Tanya Arkan bingung
"AURYN!
DIA TERTABRAK MOBIL DAN SEKARANG DIA KOMA DI RUMAH SAKIT!" bentak Ran yang
sudah mulai kehabisan kesabarannya
Arkan kaget, ia terbelalak dengan
ucapan Ran .Ia menjatuhkan handphone canggihnya hingga hancur.
"
Auryn " gumam Arkan
"
Auryn maafkan aku" Arkan menjambak rambutnya frustasi
Menyesal eh? Hehh terlambat Arkan, dia
sudah tidak ada.Arkan sadar dan langsung berlari ke rumah sakit , ' Auryn ' batinnya
'ku
mohon bertahanlah untukku, kumohon' batin Arkan dan mempercepat larinya "Hah
hah hah hah" Arkan terlihat sangat lelah dan ia berlari masuk kedalam
rumah sakit.
"Suster
, dimana pasien bernama Auryn Dirgantara?"
Tanya Arkan pada suster
"ah,
kamar 12F-C4" ucap sang suster
"Baiklah
terimakasih" Arkan berlari, dan sampai, ia mendapati Kila dan Ran berdiri
dengan cemas.
"Kil"
gumam Arkan ,Kila menoleh, ia marah dan benci pada Arkan
"APA
YANG KAU LAKUKAN DISINI! PERGI! JANGAN SAKITI AURYN LAGI" teriak Kila
histeris, Ran menenangkannya
Arkan mencelos, melihat Auryn
terbaring tidak berdaya di kasurnya.Mata Arkan memanas 'ini semua gara2 aku, Auryn
maafkan suamimu yang buruk ini, ini semua kesalahanku' Batin Arkan,
'ku
mohon bertahanlah untukku, ku mohon bertahanlah untuk pria brengsek yang sudah
menyia nyia kanmu, ku mohon ,saat kau bangun aku berjanji akan melakukan apa
saja yang kau ingini Auryn, aku mencintaimu' batin Arkan
Dokter
keluar dengan berwajah sedih
"Maaf
kami sudah berusaha semampu kami, tapi ia sudah tidak bisa di selamatkan"
ucap sang dokter, Arkan terbelalak, lalu menangis
"Tidak
mungkin dok, dokter bercanda kan" ucap Arkan pada dokter dan dokter
menggeleng
"Ryn,
Ryn, Auryn maafkan aku" gumam Arkan , ia sangat sedih
Kila
dan Ran pun tidak percaya, Kila berteriak histeris, Ran hanya mampu diam dan
sedih
"
Auryn! Jangan tinggalkan aku" ucap Arkan
"Auryn,
Ryn, Tidak tidak tidak Auryn!" teriak Arkan
Teriakan
Arkan begitu memilukan didengar
Arkan
melesat masuk kedalam ruangan Auryn
Ia
menggenggam tangan kaku Auryn
Ia
memeluk Auryn
Namun
nyatanya Auryn tetap tidak bangun
"AURYN!
KUMOHON BANGUNNN!" teriak Arkan memeluk tubuh kaku Auryn
"Maafkan
aku Auryn " ucap Arkan sambil menangis
"Aku
sudah memaafkan mu sebelum kamu minta maaf sayang" ucap Auryn
Ia
melihat Auryn , ia melihat Auryn, di depan matanya
Auryn
bercahaya, Auryn nampak transparan, Auryn
cantik
Seulas
senyum tulus terukir di wajah Auryn
"Aku
mencintaimu Arkan " ucap Auryn
"Aku
juga mencintaimu Auryn " ucap Arkan
"kumohon
kembalilah Auryn, bersama ku, disini, kita mulai semua dari awal, keluarga
penuh cinta, aku janji tidak akan menghianati atau pun menyakiti mu lagi Auryn,
kumohon" ucap Arkan dengan nada parau dan sedih
Auryn Menggeleng sambil tersenyum,
"disinilah tempatku sekarang, ini dunia baru ku, maafkan aku Arkan "
ucap Auryn lembut, Auryn memegang wajah tampan Arkan dengan kedua tangannya
"Tapi
aku akan tetap disini" Auryn menunjuk tepat hati Arkan "di
hatimu" ucap Auryn "Bawalah
aku Auryn " ucap Arkan ,Auryn segera menggeleng "Tidak bisa, kau
harus bahagia disini" ucap Auryn lalu tersenyum dan
"SELAMAT
TINGGAL ARKAN" ucap Auryn dan menghilang

