Minggu, 28 Februari 2016

CERPEN

Aku Pergi Untukmu

          Gaun pengantin, buket bunga ,tuxedo ,tepuk tangan , wali nikah, gedung. Ya apalagi kalau bukan pernikahan.Siapa lagi kalau bukan Auryn dan Arkan. Auryn dengan wajah cerianya dan Arkan dengan wajah datarnya.Selesai sudah pengikatan janji cinta setia sampai kematian menjemput mereka , kini mereka dihadiri 1000 tamu undungan , ya karna pesta ini sangat megah tentunya
Seorang gadis dengan rambut coklatnya yang kini bergoyang diterpa angin sedang duduk menikmati angin yang silih berganti di temani pemuda tampan yang merupakan tunangannya
"Arkan?" Panggil gadis itu pada pemuda yang ia yakini tunangannya
"Hn?" Jawabnya
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya gadis itu pada Arkan yang sedang berkutat dengan handphonenya
"Bukan urusanmu" Jawabnya dengan nada dingin yang amat menusuk
          Auryn menundukkan wajahnya , kini liquid bening menetes di sertai isakan isakan kecil dari sang gadis.Arkan mendengar isakan Auryn , jujur ia tidak peduli dan pura pura tidak mendengar. Arkan memang menyukai Auryn, namun Arkan tidak ah bahkan tidak akan pernah mencintai gadis itu, mereka bertunangan karna hanya perjodohan dan minggu depan adalah penikahan mereka.Auryn menghapus jejak air matanya dengan kasar lalu ia mendongakkan kepalanya ke samping lalu tersenyum pahit.
          1 minggu kemudian. Pernikahan mereka sedang berjalan. Auryn memakai gaun putih yang sangat indah dengan corak sedikit pink , ia tersenyum melihat dirinya di kaca besar itu.Ia memegang bucket bunga di tangan kanannya.High heels nya menyetuk nyetuk lantai , ia berjalan menghampiri Arkan yang sedang merapihkan tuxedo hitamnya. Auryn memegang tangan Arkan ia tersenyum. Alunan music pernikahan pun terdengar, Auryn berjalan ke arah pelataran tempat mereka mengucapkan janji itu , disebelahnya ada Ayahnya yang mendampinginya sampai depan
"Aku bangga padamu Auryn " ucap ayahnya
"Terimakasih Ayah" ucap Auryn
          Sampai di depan Ayahnya mundur kebelakang , Arkan sudah berdiri tepat didepan sang wali nikah.
          Kini Auryn sedang menerima semua tamu dengan pelukan atau jabatan tangan begitu pula Arkan, namun Arkan tidak merasa senang , ia benci di jodohkan.
"Auryyyyyyyn! Selamat yaaaa" teriak Kila yang langsung memeluk Auryn
"Iya, terimakasih  Kila ,Ran kalian sudah mau datang" ucap Auryn melepas pelukannya pada Kila ,Ran tersenyum "Semoga Bahagia ya" ucap Ran dan Auryn tersenyum. Ran menjabat tangan Arkan,Ran dapat merasakan bahwa Arkan tidak senang sekarang
"Jaga dia Arkan, jangan sakiti hatinya atau kau akan menyesal setelahnya" ucap Ran pelan namun dapat di dengar oleh Arkan. Arkan diam ia tidak peduli
"Aku harap, aku dapat sebahagia kalan berdua" ucap Auryn pelan dan sedih
          Acarapun selesai Auryn mengganti bajunya dan pergi ke kamarnya bersama Arkan. Ia tersenyum
" Arkan?" Panggilnya
"Hn" jawab Arkan
"Kalau malam ini kita makan apa ya, inikan malam pertama kita" ucap Auryn dengan senyuman terlembutnya
"Aku buatkan ya" ucap Auryn memegang tangan Arkan
          Arkan menghentakkan dengan kuat tangannya lalu ia berdiri, Auryn kaget , rasa sakit ini kembali menerpa kehidupan Auryn.
"Tidak! Aku makan diluar" ucap Arkan setengah membentak, Auryn menunduk menyembunyikan wajahnya dan menutupi semua air mata nya, ia mendongakkan wajahnya.Auryn menatap Arkan. Arkan dapat merasakan luka dan kesakitan gadis didepannya ini namun ia tidak mempedulikannya
"Baiklah, jangan pulang malam malam ya" ucap Auryn menatap Arkan rapuh
"Bukan urusanmu" ucap Arkan lalu berjalan ke arah pintu
Krieeettt
Pintu terbuka , Arkan melangkahkan kakinya keluar rumah dan menutup pintunya
Brakk!
          Auryn berjalan ke arah kamar mereka .Auryn hanya bisa duduk terpaku di sudut kamar.Ia memeluk lututnya dan menyembunyi kan wajahnya di balik ke dua lututnya.Isakan demi isakan tersengar dari bibir mungil Auryn , kini ia mulai kehabisan oksigen karena terus menerus menangis.
          Auryn berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu kamar nya. Auryn menuju ke dapur berniat memasak karena ia lapar sehabis menangis tadi, ia menguras semua tenaganya, Auryn sudah terbiasa memasak dan dijamin masakannya sangatlah lezat. Auryn mengeluarkan beberapa tomat , daging sapi , spaggethi , dan saus spaghetti bolognise yang sama sekali belum tersentuh.
          Ia menaruh bahan2nya itu di samping kompornya, ia berjalan mengambil beberapa alat masak yaitu pisau,panci,piring dan sendok masaknya.Ia memulai acara memasaknya dengan sedikit bersenandung.Lagu yang ia nyanyikan sesuai dengan perasaannya. Ia sedih.Sangat sedih.Mampukah Ia menjalani hidupnya yang suram ini , itu yang selalu terlintas di kepala Auryn
"Yeayyy! Jadi, 2 piring spaghetti,2 gelas jus tomat, tomat sebagai dessert" Auryn sedang menghitung makanan dan minuman yang ia buat tadi, ia berharap Arkan mau memakannya setelah pulang.
          Auryn menaruh makanannya di meja.Ia menggeser kursinya lalu duduk di bangku dan mulai menyantap spaghetti tersebut dengan lahap."Enak sekali rasanya" ucap Auryn , tak terasa spaghettinya sudah habis dan dia mengambil tissue dan mengelap mulutnya.Ia beranjak dari duduknya dan melihat ke arah jam dindingnya menunjukkan pukul 5 sore.
"Ah kurasa aku harus berjalan jalan sebentar " ucap Auryn tersenyum dan masuk ke kamar mandi untuk mandi.
          Sekitar 10 menit ia berlama lama di kamar mandi dan keluar dengan berbalut handuk dan berjalan ke kamar, dengan cepat ia memakai pakaiannya dan menyisir rambut panjangnya membereskan poni lurus yang panjang membingkai wajahnya, ia terlihat sangat sangat cantik. Kedua mata coklatnya yang selalu memancarkan cahaya indahnya, tubuh rampingnya yang tidak terlalu tinggi namun sintal.
"Kurasa aku sudah siap" ucap Auryn lalu keluar dari rumah nya
          Ia berniat berjalan jalan sembari mencari Arkan.Ia berjalan di depan depan toko yang kelihatan cukup ramai , ia berjalan hingga menemukan sebuah toko khusus hari valentine , coklat , bunga , Boneka ,surat untuk orang tercinta. Auryn masuk ke dalam toko itu, ia berfikir membelikan Arkan coklat mengingat Arkan sangat menyukai manis.
          Ia tersenyum saat melihat coklat berbentuk Love ia mengambil coklat tersebut dan segera membayarnya. Saat ia berjalan menuju arah rumah , ia melewati taman kota , ia melihat seseorang yang sangat lah mesra duduk di bangku taman, Auryn melihat dua sosok yang berbeda jenis kelamin itu sedang duduk dan bermesraan , Mata nya membulat tat kala salah satu dari orang tersebut itu suaminya, SUAMINYA! Itu adalah pria yang sudah mengikat janji hidup mati dengan nya! Pria yang dinotabene sebagai suaminya, sedang bermesraan dengan wanita yang memakai kacamata .Mata Auryn memanas, ia menahan air matanya , ia mengepal tangannya hingga memutih.
" Arkan " gumam Auryn pelan
          Ia berlari , ia tidak peduli berapa orang yang telah ia tabrak, ia tidak peduli orang melihatnya dengan tatapan 'Dasar Aneh'.Liquid bening itu telah merembes keluar dari matanya.
"Hiks hiks" Isak Auryn
          Ia terus belari hingga lupa telah sampai didepan rumahnya.Ia menangis terus menangis.Ia duduk didepan pintu rumahnya dan menghadap kearah gerbang rumahnya yang terbuka.Ia menangis terus menangis , ia tidak peduli orang yang berlalu lalang melihatnya. Ia memeluk lututnya dan menangis
"Hiks hiks kenapa hiks" gumam Auryn , matanya telah sembab karena terus menangis.
          Tak berapa lama kemudia Arkan pulang, Arkan melihat Auryn duduk didepan pintu rumah mereka sambil menangis, Arkan tidak peduli ia hendak masuk namun dihalang tubuh Auryn yang sedang duduk di situ.
"Minggir!" Ucap Arkan tajam
          Auryn tetap tidak mau menyingkir dari situ. Ia diam tidak melakukan apa apa. Arkan geram melihat hal itu "MENYINGKIR DARI JALANKU!" teriak Arkan namun tidak diindahkan oleh Auryn , ia tetap diam dengan terus terisak isak.Arkan marah karena Auryn tidak menyingkir dengan kencang ia menendang kaki Auryn dua kali. Auryn terhuyung jatuh dari meringkuk di atas tanah , darah keluar dari kaki mulus yang kini sudah terdapat luka lebar akibat tendangan keras Arkan.
"Ku bilang menyingkir ya menyingkir! Aku tak segan segan membunuhmu" Teriak Arkan
          Auryn ingin berdiri namun kakinya tidak kuat berdiri, Arkan terlalu keras menendang kaki Auryn, lagi lagi air mata Auryn keluar, dengan kasar ia menghapus air matanya dengan punggung tangannya lalu mendongakkan kearah Arkan yang berdiri dihadapannya , ia tersenyum.
"Maaf Arkan ,aku tidak mendengar , silakan masuk " ucap Auryn dan mencoba berdiri dengan berpegangan tembok, namun kakinya perih.
"Uhhh sa-kit" Auryn kesakitan namun ia tidak menyerah untuk berjalan.
          Ia berjalan dengan berpegangan benda yang ada di sekitarnya dan berharap meraih gagang pintu kamarnya sebelum Arkan membuka pintu kamarnya, Auryn tersenyum namun tidak menoleh kearah Arkan.
"Aku tau kau lapar , aku sudah membuatkan mu spaghetti dan jus tomat kesukaanmu" ucap Auryn tanpa menoleh ke Arkan
"Hn" balas Arkan
          Auryn dengan tertatih ia masuk ke dalam kamar , ia mengambil peralatan obat2nyaIa menemukan obatnya, ia mengambil alcohol dan kapas, ia meneteskan alcohol itu pada kapas sampai kapasnya lumayan basah.Ia menempelkan kapas yang sudah diberikan alcohol ke lukanya. Perih, sangat perih, namun itu tak seperih dan sehancur hatinya sekarang .Auryn melepas kapasnya dan mengambil betadine nya, ia meneteskan betadine itu pada luka nya "Aww" ucapnya perih seraya meniup niup lukanya itu.
          Merasa sudah baikkan Auryn berjalan kea rah tempat tidur lalu menggeletakkan tubuhnya di kasur. Ia memejamkan matanya dan memeluk erat guling disampingnya.Tak terasa ia tertidur.
Arkan merasa dirinya lelah sehabis kencannya dengan Karina
Drrtt Drrtt
Handphone keluaran terbaru Arkan bergetar menandakan pesan masuk
From : Karina
Hai.. Arkan! Ada yang ingin ku bicarakan padamu , Penting!
Arkan berfikir sejenak sebelum membalas pesannya, 'apa yang ingin ia bicarakan?' batin Arkan
Me :
Hn, hai juga Karina, apa yang ingin kau bicarakan, bicaralah.
          Tak lama setelah ia mengirim pesan tersebut, handphone nya bergetar kembali, Arkan  membuka pesan tersebut dan membacanya.
From : Karina
Ceraikan Auryn, dan menikahlah denganku.
          Arkan terbelalak membaca pesan tersebut, sumpah demi apapun ia tidak ingin berpisah dengan Auryn karena akan mengecewakan kedua orang tuanya dan nenek nya. Arkan tidak membalas pesan tersebut dan menaruh handphonenya di kantung celananya. Arkan berjalan ke kamarnya , ia melihat Auryn sedang terbaring , Auryn tertidur dengan damai sekali.Namun Arkan tidak peduli, Arkan mengambil bantal dan memukul Auryn yang sedang terlelap.
"AURYN! BANGUN!" teriak Arkan, Auryn bangun dengan kaget
"a-ada apa Arkan " ucap Auryn sedikit serak
"Minggir! Aku ingin tidur! Kau tidur di sofa malam ini!" bentak Arkan
          Auryn terkejut dan menutup mulutnya dengan tangannya menahan isakan dari bibirnya itu. Air matanya kembali mengalir, ia berjalan melewati Arkan, Arkan tau betul Auryn menangis, namun ia tidak peduli. Perasaan tidak tega bermunculan di benak Arkan, namun ia segera buang jauh jauh.
'aku tidak akan peduli' ucapnya berkali kali dalam hati
          Auryn berjalan kearah sofa 'Aku mencintaimu Arkan, tapi mengapa kau tidak?' itulah yang terus meraung raung dalan hati Auryn . Auryn tidak bisa tidur, seluruh badannya sakit , ia merasa sangat pusing sekali di kepalanya. Auryn berjalan kearah kamar Arkan , ia mengetuk pintu tersebut.
Tok Tok Tok
" Arkan " panggil Auryn
Tidak ada jawaban, 'Mungkin Arkan sudah tidur' pikir Auryn
"Ar-" belum Auryn selesai berkata kata, pintu dibuka oleh Arkan.
"Hn?" jawab Arkan menatap datar Auryn
"Di-diluar dingin, bolehkah aku tidur bersama mu" ucap Auryn sedikit sedih
"Tidak!" Bentak Arkan
Hati Auryn mencelos mendengar kata-kata Arkan
          Arkan masuk kamar , dan keluar membawa guling .Arkan melempar guling dan tepat mengenai kepala Auryn  yang sedang pusing .Auryn terhuyung , ia terjatuh dan kepalanya membentur meja, darah mengalir dari sudut kepalanya .Ia sangat pusing , tapi ia tetap mencoba tersenyum.Arkan kaget , ia tidak ingin melukai Auryn, tapi segera ia tutupi dengan wajah datarnya.
"Terimakasih " ucap Auryn tulus
          Arkan bingung , mengapa Auryn berterimakasih?Arkan menaikkan alisnya, Arkan dapat melihat jelas darah yang mengalir di wajah Auryn , namun gengsinya mengalahkan rasa kuatirnya untuk menolong gadisnya itu. Arkan masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.
"Hiks hiks hiks " isak tangis Auryn, Arkan dapat mendengar jelas isakan Auryn dari dalam kamar. Auryn memegang kepalanya yang berdarah, ia mengambil tissue untuk mengelap. Auryn meletakkan tissue penuh darah itu di meja, ia memilih untuk tidur sekarang. Ia memeluk erat erat gulingnya untuk meredam suara isakannya.
          3 bulan berlalu.Hidup Auryn masih sama, masih hancur seperti dulu, namun ia terus memasang senyuman tulusnya pada Arkan , Arkan sudah bekerja di perushaan mlik ayahnya dan meneruskan kerja ayahnya sebagai direktur.Selama 3 bulan itu Auryn terus tidur di sofa atau lantai tanpa di beri selimut.
          Sekarang Auryn sedang menyiapkan sarapan untuk Arkan. Roti panggang selai , jus tomat dan buah-buahan. Ia berharap Arkan suka buatannya. Arkan keluar dari kamarnya , ia sudah siap dengan kemejanya dan tas direkturnya , sungguh tampannya Arkan sekarang, pikir Auryn .Arkan duduk di meja makan, ia mengambil roti panggang yang di potong2 menjadi sebagian kecil dan memasukkan kedalam mulutnya dengan garpu.
" Arkan " panggil Auryn
"Hn" jawab Arkan
"Semoga harimu menyenangkan ya" ucap Aurym
"Hn" ucap Arkan lalu ia berdiri karena sarapannya udah habis
          Arkan memakai sepatunya lalu membereskan jas dan kemejanya. Arkan membuka pintu dan keluar dari rumah
"Hati hati Arkan " ucap Auryn
"Hn" balas Arkan dingin
          Auryn menatap punggung Arkan yang memasuki mobil Ferrari merahnya yang indah itu membuat orang yang melihatnya berdecak kagum.Setelah 6 jam pergi , kini Arkan pulang dengan merangkul seorang gadis berkacamata. Auryn terbelalak melihatnya
"Siapa dia Arkan?" Tanya Auryn
"Dia? Calon istriku" ucap Arkan sambil menyeringai
          Auryn tersenyum getir, ia melihat Karina yang terus bergelayut manja di lengan Arkan
"Baiklah Arkan " ucap Auryn
"Aku akan pergi untukmu" Ucap Auryn
          Arkan tertegun mendengar ucapan Auryn, ia melihat sorot mata Auryn meredup , dan memancarkan kesakitan yang luar biasa. Auryn menundukkan wajahnya , menahan liquid bening itu untuk tidak mengalir dan terisak. Auryn mendongakkan wajahnya dan tersenyum pada Arkan . Auryn berjalan kearah kamar Arkan dan menyusun semua pakaiannya ke dalam tas yang menurutnya besar itu.Setelah rapih semua Auryn tersenyum dan mengamati kamar Arkan.
'aku akan pergi untukmu Arkan ' batin Auryn
          Liquid bening itu kembali menetes, dengan cepat ia langsung menghapusnya dengan kasar .Sebelum ia menyusun baju, menaruh diary nya di dalam saku celananya lalu.Ia keluar dari kamar Arkan dengan menggendong tas besarnya itu.Auryn melihat Arkan sedang duduk samping sampingan dengan Karina, hati Auryn kembali teroyak oyak dan ia pastikan sekarang sudah menjadi butiran debu.Ia melangkahkan kedua kakinya melewati pasangan tersebut. Ia tersenyum lalu menghadap Karina , ia menatap Karina lembut dan tersenyum
"Karina jaga Arkan ya, semoga kalian bahagia" ucap Auryn menahan air mata itu kembali mengalir dan Karina tersenyum licik
          Arkan tersentak, ia sama sekali tidak ingin kehilangan Auryn, Kenapa Arkan? Kau menyesal? Sudah terlambat. Kini Auryn menatap Arkan lembut, Arkan dapat merasakan kekecewaan dari Auryn.
"Dan kau Arkan,  jaga Karina baik baik, jangan kau sakiti dia sama seperti kau menyakitiku" ucap Auryn lembut
Auryn berjalan menuju ke pintu , tiba tiba Arkan bicara
"Kau mau kemana Auryn?" Tanya Arkan, Auryn tidak menoleh ia hanya tersenyum
"Aku akan pergi , sesuai dengan janjiku tadi, Bukankah kau sudah bahagia? Baiklah Arkan, Karinan , aku pergi dulu" ucap Auryn sembari memegang knop pintu dan membuka pintu dan berjalan ke luar.Arkan menatap punggung Auryn yang semakin lama semakin menjauh.
          Kini Auryn berjalan ia hendak kerumah Kila dan Ran, untuk melimpahkan segala kesedihannya. Auryn sedang di tepi jalan raya, ia melihat Kila dan Ran sedang berjala berdua 'kebetulan sekali' batin Auryn. Dengan semangat Auryn memanggil nama mereka
"KILA!RAN!" panggil Auryn ,Kila dan Ran pun menoleh mereka melihat Auryn di sebrang jalan , mereka tersenyum.
          Auryn segera berlari menuju tempat mereka, namun sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju kearah Auryn tanpa Auryn sadari, karena ia terlalu bersemangat menghampiri Kila dan Ran. Mereka kaget melihat mobil berkecepatan tinggi yang ingin menabrak Auryn
"AURYYYYN! AWASSSSS" teriak Kila dan Ran
          Auryn  menoleh ke samping kirinya , ia melihat mobil itu tinggal beberapa meter lagi menabraknya, terukir senyumnya dengan tulus kepada Kila dan Ran "Selamat Tinggal" ucap Auryn  namun didengar oleh Kila dan Ran BRAKKKKKKK!
CKITTTTT! BRUKKK!
          Auryn tertabrak dan terpental 5 meter dari tempat kejadian itu.Sontak Kila dan Ran terbelalak "AURYYYN~!" teriak Kila histeris langsung menghampiri Auryn yang sudah tergeletak dengan penuh darah di sekujur tubuhnya.
"Ryn, hiks hiks hiks bangun bangun Ryn!" teriak Kila menggucang guncangkan tubuh Auryn
Tiba tiba ambulance datang dan membawa Kila ,Ran dan Auryn. Kila terus terisak, ia menemukan buku di kantung celana Auryn , buku kecil. Kila mulai membacanya, itu bertuliskan
MY DIARY
NAMA : AURYN DIRGANTARA
UMUR : 21 TAHUN
HOBI : MEMBACA DAN MENULIS
STATUS : MENIKAH NAMUN TIDAK BAHAGIA
          Kila mengeryitkan dahinya dengan tulisan terakhir itu, dia tidak ambil pusing langsung membaca semua diary Auryn, perlahan lahan Kila meneteskan air mata dari matanya , ia tidak menyangka bahwa selama menikah itu Auryn tersiksa .Ia menangis , semua nya telah ia baca, ia kasihan pada Auryn, ternyata pernikahan itu hanya perjodohan, namun Auryn mencintai Arkan.Kila terus menangis, dan Ran menenangkannya. Auryn sudah 2 hari dirawat dirumah sakit, namun Arkan tidak kunjung datang. Akhirnya Ran geram dan menelepon Arkan
Tuttt,,, tuttt,,,
Nada panggilan terus berkumandang dan Arkan mengangkatnya
"Halo, hn ada apa?" Tanya Arkan
"Ada apa kau bilang!" bentak Ran
"Apa maksudmu membentakku!" balas Arkan
"Kau tau apa yang terjadi? Hm?" Tanya Ran dengan sedikit membentak
"Memangnya apa?" Tanya Arkan bingung
"AURYN! DIA TERTABRAK MOBIL DAN SEKARANG DIA KOMA DI RUMAH SAKIT!" bentak Ran yang sudah mulai kehabisan kesabarannya
          Arkan kaget, ia terbelalak dengan ucapan Ran .Ia menjatuhkan handphone canggihnya hingga hancur.
" Auryn " gumam Arkan
" Auryn maafkan aku" Arkan menjambak rambutnya frustasi
          Menyesal eh? Hehh terlambat Arkan, dia sudah tidak ada.Arkan sadar dan langsung berlari ke rumah sakit , ' Auryn ' batinnya
'ku mohon bertahanlah untukku, kumohon' batin Arkan dan mempercepat larinya "Hah hah hah hah" Arkan terlihat sangat lelah dan ia berlari masuk kedalam rumah sakit.
"Suster , dimana pasien bernama Auryn Dirgantara?" Tanya Arkan pada suster
"ah, kamar 12F-C4" ucap sang suster
"Baiklah terimakasih" Arkan berlari, dan sampai, ia mendapati Kila dan Ran berdiri dengan cemas.
"Kil" gumam Arkan ,Kila menoleh, ia marah dan benci pada Arkan
"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI! PERGI! JANGAN SAKITI AURYN LAGI" teriak Kila histeris, Ran menenangkannya
          Arkan mencelos, melihat Auryn terbaring tidak berdaya di kasurnya.Mata Arkan memanas 'ini semua gara2 aku, Auryn maafkan suamimu yang buruk ini, ini semua kesalahanku' Batin Arkan,
'ku mohon bertahanlah untukku, ku mohon bertahanlah untuk pria brengsek yang sudah menyia nyia kanmu, ku mohon ,saat kau bangun aku berjanji akan melakukan apa saja yang kau ingini Auryn, aku mencintaimu' batin Arkan
Dokter keluar dengan berwajah sedih
"Maaf kami sudah berusaha semampu kami, tapi ia sudah tidak bisa di selamatkan" ucap sang dokter, Arkan terbelalak, lalu menangis
"Tidak mungkin dok, dokter bercanda kan" ucap Arkan pada dokter dan dokter menggeleng
"Ryn, Ryn, Auryn maafkan aku" gumam Arkan , ia sangat sedih
Kila dan Ran pun tidak percaya, Kila berteriak histeris, Ran hanya mampu diam dan sedih
" Auryn! Jangan tinggalkan aku" ucap Arkan
"Auryn, Ryn, Tidak tidak tidak Auryn!" teriak Arkan
Teriakan Arkan begitu memilukan didengar
Arkan melesat masuk kedalam ruangan Auryn
Ia menggenggam tangan kaku Auryn
Ia memeluk Auryn
Namun nyatanya Auryn tetap tidak bangun
"AURYN! KUMOHON BANGUNNN!" teriak Arkan memeluk tubuh kaku Auryn
"Maafkan aku Auryn " ucap Arkan sambil menangis
"Aku sudah memaafkan mu sebelum kamu minta maaf sayang" ucap Auryn
Ia melihat Auryn , ia melihat Auryn, di depan matanya
Auryn bercahaya, Auryn  nampak transparan, Auryn cantik
Seulas senyum tulus terukir di wajah Auryn
"Aku mencintaimu Arkan " ucap Auryn
"Aku juga mencintaimu Auryn " ucap Arkan
"kumohon kembalilah Auryn, bersama ku, disini, kita mulai semua dari awal, keluarga penuh cinta, aku janji tidak akan menghianati atau pun menyakiti mu lagi Auryn, kumohon" ucap Arkan dengan nada parau dan sedih
          Auryn Menggeleng sambil tersenyum, "disinilah tempatku sekarang, ini dunia baru ku, maafkan aku Arkan " ucap Auryn lembut, Auryn memegang wajah tampan Arkan dengan kedua tangannya
"Tapi aku akan tetap disini" Auryn menunjuk tepat hati Arkan "di hatimu" ucap Auryn  "Bawalah aku Auryn " ucap Arkan ,Auryn segera menggeleng "Tidak bisa, kau harus bahagia disini" ucap Auryn lalu tersenyum dan
"SELAMAT TINGGAL ARKAN" ucap Auryn dan menghilang

"Terimakasih Auryn " ucap Arkan

Lporan Perjalanan PLS

Laporan Perjalanan Pembelajaran Luar Sekolah (PLS)
(Reza Kirana)

Hari Selasa tanggal 16 Februari 2016  SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan kegiatan pembelajaran luar sekolah (PLS) bagi kelas X MIA/IIS. Pembelajaran luar sekolah tersebut mempunyai tujuan yaitu Pabrik Sritex Sri Rejeki Isman Tbk di Sukoharjo dan Situs Purba Sangiran di Sragen, Jawa Tengah. Kami diwajibkan datang tepat waktu pada pukul 06.30 WIB kumpul di SMAN 2 Magelang dan memulai perjalanan dengan kendaraan bus yang berjumlah 6 bus. Kami berangkat mulai pukul 07.15 an.
Saat di perjalan ada beberpa bus yang berhaenti di SPBU untuk singgah sebentar karana ada beberapa siswa yang ingin ke kamar kecil. Ternyata singgah di SPBU memekan waktu yang cukup lama sehinnga kami terlambat menuju tujuan kami yang pertama yaitu Perusahaan Tekstil Sritex. Kami diperkirakan sampai di Perusahaan Tekstil Sritex pukul 10.00. Tetapi kami terlambat sampai di Perusahaan Tekstil Sritex sampai pukul 12.00. Ketika sampai di Perusahaan Tekstil Sritex, kami melihat situasi yang ada di pabrik tekstil tersebut. Di sana banyak sekali gedung-gedung produksi tekstil.
Ruang Produksi
Tetapi kami hanya diperbolehkan masuk kedalam ruang produksi yang mana di dalam nya ada banyak karyawan yang sedang bekerja. Tapi sayang sekali kami tidak di jelaskan bagaimana cara membuatnya dan bagaimana cara kerja mesin yang digunakan untuk memproduksi pakaian. Jadi kami hanya mengelilingi ruangan tersebut. Di dalam ruang produksi kami melihat banyak sekali jenis kain dan pakain yang di produksi dari pakaian santai sampai seragam dinas, dari kain yang bermotif  biasa sampai kain yang bermotif rumit.
Pegawai yang bekerja di PT Sritex Solo sekarang mencapai 25.000 karyawan. PT Sritex memliki luas 130 hektar. Disana kami juga masuk kedalam pertokoan Sritex, disana teredia pakain dan kain yang sudah jadi. Hanya sebagian dari kami yang membeli pakaian di sana dan para guru karna harga yang cukup mahal . Sebagian siswa juga ada yang lebih memilih berfoto karna tidak tau mau membeli apa. Sampai waktu kujungan habis kami kembali menuju bis kami masing masing, dan menuju tujuan berikutnya yaitu Sangiran .
Sebelum kami menuju ke Museum Sangiran kami terlebih dulu mampir ke sebuah restoran tetapi kami tidak turun karna makanan kami tersedia dalam bentuk box. Kami makan didalam bus sambil melanjutkan perjalan yang sudah kelewat molor.  

Kami sampai di Sangiran Sragen, Jawa Tengah. Kami sampai di Situs Purba Sangiran pada pukul 15.30 WIB. Situs Sangiran adalah situs arkeologi  memilikiluas 56 km2 sebelah utara Surakarta di lembah sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Kami melihat banyak sekali peninggalan-peninggal masa lampau sekitar 20.000 tahun yang lalu seperti Pithecanthropuserectus (Manusia Jawa), Meganthropuspalaeojavanicus, dan peninggalan lain-lainya. Disana kami mengelilingi museum sambil dijelasakan oleh pemandu. Kami dijelaskan mulai dari awal masuk museum sampai akan keluar. Pemandu itu menjelaskan dengan detail sejarah yang ada dengan menggunakan bukti yang ada seperti patung yang ada. Seperti bagian tubuh gajah purba jaman dulu.
Bagian Rahang Atas Gajah

Setelah kami keluar dari Museum kami langsung menuju bis untuk mengambil kaos PLS yang sudah dibagikan hari sebelumnya. Kami langsung menuju kamar mandi yang ada jntuk berganti pakaian dan setelah itu menuju masjid untuk salat.
Setelah itu kami menuju ke PGS akan tetepi sudah tutup karena sudah kesorean. Akhirnya kami menuju ke Solo Square, disana kebanyakan dari kami hanya berkeliling dan membeli minuman untuk sekedar meghilangkan rasa haus atau karaoke di temapat yang disediakan sambil menghabiskan waktu.

Setelah itu, kami kembali menuju ke rumah makanyang tadi kami singgahi saat mengambil nasi box, kami kesana untuk makan malam dan salat magrib. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang karna kebanyakan daari kami telah capek. Jadi nya kami tidak mebeli oleh oleh apapun yang menjadi ciri khas solo. Kami agak kecewa karna tidak bisa membelioleh oleh. Kami kemudian  melanjutkan perjalan pulang ke Magelang . Kami tiba di Magelang sekitar pukul 23.15.